Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949

Serangan umum 1 Maret 1949 sebagai reaksi atas tindakan Belanda yang ingin menunjukan kepada dunia bahwa pemerintahan Republik Indonesia telah dihancurkan dan TNI tidak memiliki kekuatan lagi. Menghadapi tindakan tersebut, TNI menyusun kekuatan untuk melawan Belanda. Puncak Serangan TNI adalah serangan umum terhadap kota Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letkol Soeharto yang berkordinasi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono I selaku Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta.


Tujuan Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah :

1. Tujuan ke dalam :

  • Mendukung perjuangan yang dilakukan secara diplomasi
  • Meninggikan moral rakyat dan TNI yang sedang bergerilya

2. Tujuan ke luar :

  • Menunjukan kepada dunia internasional bahwa TNI mempunyai kekuatan untuk mengadakan ofensif
  • Mematahkan moral pasukan Belanda.

Jika 69 tahun yang lalu, para pejuang bersama-sama bersatu dan dengan gigihnya melawan Belanda demi menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka hari ini, kita sebagai generasi muda bangsa harus mampu bersatu untuk bersama-sama melawan gradasi moral bangsa ini yang semakin hari semakin terasa masif, yang berdampak semakin hilangnya karakter bangsa.
Gradasi moral ini perlahan-lahan namun pasti merangsek ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan, politik, ekonomi, hukum ,sosial, maupun budaya.

Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ini harus menjadi momen bagi generasi muda bangsa agar nilai-nilai yang terkandung didalamnya mampu tetap relevan walaupun di implementasikan pada zaman yang berbeda. Nilai-nilai itu adalah integritas, karakter bangsa serta semangat Nasionalisme.

Kita adalah Garuda Muda Indonesia, Gagah Melangit berkalungkan Pancasila dan mencengkram erat Bhineka Tunggal Ika”  – Garda Pecinta Indonesia –


Departemen Kajian, Riset dan Politik BEM FT UNY 2018

#KRITIS, SOLUTIF, SINERGI

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan pesan ya ...