Sekolah Pecinta Indonesia #4

1-12-2017

Sekolah Pecinta Indonesia (SPI) adalah seminar yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme setiap warga negara. SPI yang mentargetkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum ini sudah empat kali diadakan dan selalu mendapat respon positif dari mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kegiatan SPI ini yang bertempat di gedung KPLT lantai 3 FT UNY dihadiri sebanyak 539 peserta dengan berbagai mahasiswa di universitas – universitas di Yogyakarta dan sekitarnya seperti Universitas Sanata Darma, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan sebagai tuan rumah Universitas Negeri Yogyakarta. Tidak hanya Daerah Istimewa Yogyakarta mahasiswa dari Universitas Sebelah Maret, Universitas Negeri Semarang UM Malang juga turut hadir dan bukan hanya mahasiswa, masyarakat umum juga menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.

Untuk menarik animo mahasiswa dan masyarakat, dari panitia menyajikan susunan acara dengan menghadirkan 4 pembicara yang spektakuler yang mempunyai jiwa nasionalisme dan mempunyai pengalaman dibidangnya. Pembicara tersebut ialah Drs. CIPTO BUDY HANDOYO, M. Pd. Sebagai Budayawan Nasional. Pembicara berikutnya ialah pada sesi diskusi panel menampilkan 2 pembicara sekaligus yaitu LIBERIUS LANGSINUS (Bung Sila) sebagai Perintis Misi Pancasila Sakti dan NANANG RAKHMAT HIDAYAT, M.Sn. sebagai Pemilik Museum Garuda. Serta pembicara terakhir yaitu MALIK KHIDIR sebagai CEO Stechoq Robotika Indonesia.

Setelah terselengaranya seminar nasional Sekolah Pecinta Indonesia, kita sebagai generasi perubahan bangsa harapannya mampu memberikan kontribusi kepada bangsa indonesia kedepannya agar mampu mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh para pendahulu kita, kita harus mengisi kemerdekaan dengan hal – hal positif yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Hal tersebut dapat dicerminkan oleh para pembicara seminar, sebagai contoh LIBERIUS LANGSINUS (Bung Sila) mengambarkan tentang membangkitkan semangat nasionalisme dengan membantu kepada sesama warga Negara dengan membantu pada bencana alam,pada suatu daerah, membantu masyarakat kurang mampu dengan menjadi pelopor pengerak perubahan, dan masih banyak lagi inspiratif yang dicontoh kepada beliau untuk mengisi perubahan, sedangkan beliau NANANG RAKHMAT HIDAYAT, M.Sn memberikan inspiratif dengan membangun Museum Garuda di kediamannya dan membuat karya wayang kulit yang kisahnya dibuat dari kisah cerita garuda yang isinya 5 sila pancasila tapi cerita dan tokohnya berbeda, sehingga dapat menarik perhatian para penontonnya.

Maka kita sebagai generasi perubahan harus dapat mengisi kemerdekaan ini dengan hal – hal yang positif yang berguna untuk nusa dan bangsa Indonesia seperti pepatah berikut “Jangan Tanya Negara Telah Memberikan Apa Padamu, Tapi Tanya Dirimu Telah Memberikan Apa Pada Negaramu” jadi dalam konteks ini kita harus mampu memberikan perubahan ke arah yang positif dan bermanfaat untuk Negara Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan pesan ya ...