Obrolan Jawara “Peran Pers Mahasiswa”

Pers mahasiswa adalah entitas penerbitan mahasiswa yang beroperasi di perguruan tinggi dan dikelola oleh mahasiswa. Pers mahasiswa sesungguhnya merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide kreatif dalam bentuk tulisan dan melahirkan pikiran segar guna mengaktualisasikan diri dalam merespon permasalahan keumatan.  Namun demikian banyak mahasiswa tak acuh dengan adanya pers mahasiswa. Gambaran itu tentu menyedihkan sekali, ditambah dengan adanya kebijakan-kebijakan kampus yang selalu ingin membungkam pers mahasiswa sebagai alat perjuangan bagi para masyarakat.

Departemen Kajian Riset dan Politik BEM FT UNY bersama dengan UKMF LPMT FENOMENA FT UNY pun tertarik untuk mendiskusikan bersama yang namanya pers mahasiswa. Maka dari itu dipersembahkanlah acara forum diskusi “Obrolan Jawara” dengan mengangkat tema “Peran Pers Mahasiswa”. Forum ini dilaksanakan pada Jumat, 9 September 2016 pada pukul 19.00 sampai 21.00 WIB. Bertempat di Halaman Depan Gedung LPTK FT UNY, acara ini diisi oleh pembicara Taufik Nur Hidayat yang merupakan aktivis pers dari kalangan mahasiswa UNY yang juga menjabat sebagai Sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Yogyakarta. Obrolan Jawara ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan fakultas-fakultas lain.

Dalam acara ini, Taufik Nur Hidayat menyampaikan bahwa pers mahasiswa hendaknya peka terhadap permasalahan-permasalahan di lingkungan sekitar. Saat ini banyak pers mahasiswa yang terlalu latah dengan ikut-ikutan mengangkat isu-isu politik seputar pemerintahan negara seperti halnya pers komersil, namun justru tidak membahas perihal permasalahan yang ada di sekitar mereka sendiri, di lingkup kampus misalnya. Akan menjadi nilai plus bagi pers mahasiswa jika dalam pemberitaan mereka yang diangkat adalah isu kampus. Masyarakat akan tertarik membacanya karena itu memang ranah dari pers mahasiswa dan yang memberitakan tentang hal tersebut memang hanya pers mahasiswa. Sementara apabila yang diangkat oleh pers mahasiswa adalah isu-isu politik nasional, jelas masyarakat tidak akan tertarik karena masyarakat tentu saja akan lebih memilih membaca berita dari media komersil mainstream yang sudah punya nama besar dibanding membaca tulisan dari pers mahasiswa.

Taufik juga menambahkan bahwa hendaknya pers mahasiswa beserta organisasi mahasiswa jangan melulu berseteru. Harus ada evaluasi dan manajemen konflik yang baik serta hilangkan sentimen agar masalah lekas usai, karena apabila hanya berkutat pada hal itu-itu saja, isu-isu lain yang jauh lebih penting tidak akan sempat bisa dibahas. Pers mahasiswa juga diharapkan punya idealisme serta mau mempertahankan nama dan kehormatan mereka. Jangan sampai pers mahasiswa menjadi seperti halnya pers bayaran atau pers komersil yang tindakannya hanya mengikuti pihak yang kuat bayar, memperoleh banyak uang, namun secara nama dan harga diri sesungguhnya mereka telah mati. (HIL)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan pesan ya ...