Mengapa Kartini?

Sampai saat ini Indonesia memiliki 12 pahlawan wanita yg telah ditetapkan oleh pemerintah. Tentunya masih ada lebih banyak nama yang belum ditetapkan sebagai pahlawan atau bahkan catatan sejarahnya telah hilang oleh suatu sebab. Tanpa membedakan jasa semua wanita Indonesia dari zaman ke zaman, setidaknya Negeri ini telah mencatat nama para wanita yang telah mengubah sejarah bangsanya. Kedua belas wanita itu bernama Nyi Ageng Serang, Raden Dewi Sartika, Raden Ajeng Kartini, Opu Daenk Risadju, Nyai Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan, Martha Christina Tiahahu, Maria Walanda Maramis, Hj. Rangkayo Rasuna Said, Hj. Fatmawati Soekarno, Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto,  Tjoet Nja’ Meutia, dan Tjoet Nja’ Dhien. Dari kedua belas nama tersebut, lantas mengapa sosok kartini yang terpilih untuk diperingati hari kelahirannya? Bukankah dari deretan nama itu terdapat komandan perang, tokoh pergerakan rakyat, bahkan istri dari para pahlawan nasional Indonesia? Kemudian mengapa harus kartini yang kelahirannya terabadikan?

Pada tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar nasional yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Saat ini pro-kontra mengenai peringatan hari kartini marak dibicarakan melalui berbagai media. Pihak yang kontra memandang bahwa masih ada pahlawan nasional wanita lain yang lebih berjasa bagi negeri ini dibandingkan R.A. Kartini, bahkan ada yang terjun langsung di medan pertempuran melawan penjajah. Sedangkan pihak yang mendukung memiliki pandangan bahwa semangat Kartini yang tercurahkan dalam tulisan-tulisan berupa surat untuk para sahabatnya telah memberikan resonansi yang besar bagi para wanita di seluruh dunia untuk memahami apa yang dipikirkan Kartini kala itu.

Terlepas dari pro kontra yang terjadi, Kartini tetaplah seorang pahlawan nasional wanita yang perlu kita ingat gagasan-gagasannya. Meski Kartini meninggal di usia muda sehingga tidak mampu merealisasikan mimpi-mimpi besarnya, namun semangatnya masih dapat kita baca untuk semakin menambah keyakinan akn peran seorang perempuan dalam membangun bangsanya. Kartini meyakini bahwa seorang perempuan haruslah cerdas, ia harus mampu memahami banyak dan memiliki wawasan yang luas. Namun emansipasi yang dimaksudkan oleh Kartini bukanlah untuk lebih mengunggulkan wanita dan merendahkan derajat kaum pria, akan tetapi dalam hal pendidikan wanita harus memiliki kesempatan belajar yang setinggi-tingginya seperti kaum pria. Wanita memiliki tugas mendidik generasi penerus bangsa ini melebihi kaum pria, karena dari ibulah seorang anak memperoleh pendidikan pertamanya. Maka tidak salah jika perempuan harus berpendidikan tinggi, karena bangsa yang hebat dimulai dari kaum perempuan (ibu) yang cerdas.

“Dan siapakah yang lebih banyak berusaha memajukan kesejahteraan budi itu…Siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia, ialah Wanita, Ibu…Karena haribaan Ibu, itulah manusia mendapatkan didikannya yang mula-mula sekali.”

–R.A. Kartini-

Wahai Perempuan Indonesia, Jadilah Engkau Cerdas!

Jadilah Engkau Pelita Generasi Penerus Bangsa!

Karena Darimu Kami Mengerti Budi Pekerti,

Karena Tanpamu Kami Hanyalah Seorang Anak yang Kehilangan Arah,

 

Salam JAWARA

Departemen Kajian, Riset, dan Politik BEM FT UNY

 

Referensi:

http://carajuki.com/12-biografi-pahlawan-nasional-wanita-di-indonesia/

http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/295-pahlawan/1490-pejuang-kemajuan-wanita

Tinggalkan pesan ya ...