(Pernyataan Sikap) BEM FT UNY dalam Pilpres 2014

“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.” (UUD 1945 Pasal 28)

Setiap warga negara berhak mengeluarkan pikiran dengan lisan dan sebagainya yang diatur dalam undang-undang. Momentum Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 bukan merupakan momentum biasa. Tanggal 9 Juli kemarin, pertaruhan masa depan Indonesia ada di tangan setiap warga negara. Satu suara sangat menentukan.

Bicara suara tidak lepas dari peran mahasiswa. Mahasiswa sebagai kaum intelektual, yang mampu berpikir kritis. Mahasiswa sebagai agen perubahan, sudah memperjuangkan reformasi dan demikrasi di Indonesia. Mahasiswa dengan berbagai peran, wajib menjaga idealisme.

Mahasiswa sebagai individu harus menentukan pilihannya. Tidak apolitis terhadap momentum Pilpres 2014. Patut menjadi perhatian adalah mahasiswa tidak boleh menyalahgunakan tempat pendidikan untuk kampanye. Tertuang dalam :

Pelaksana, peserta, dan petugas kampanye dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. (UU No.42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, pasal 41 ayat 1 huruf H)

Selain itu, pelaksanaan Pilpres 2014 harus dengan asas:  langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (UU No 42 Tahun 2008 pasal 2). Tidak ada unsur paksaan maupun money politic. Mahasiswa mempunyai peran dalam mengawal Pilpres 2014.

Maka, BEM FT UNY menyatakan bersikap :

  1. Secara institusional  BEM FT UNY netral dan tidak memihak salah satu calon pada pilpres.
  2. Secara institusional BEM FT UNY membebaskan seluruh anggotanya untuk memilih pasangan calon presiden dan tidak menghalangi atas pilihan tertentu.
  3. Secara institusional BEM FT UNY mendukung terselenggaranya Pemilu Presiden 2014 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

 

Tinggalkan pesan ya ...